Rabu, Agustus 8

sistem dversarial

Indonesian
English
Istilah
Pengertian
Term
Description
sistem adversarial
Sistem umumnya berlaku di negara yang menganut common law. Sistem ini menempatkan hakim sebagai wasit yang tidak berpihak dan menjaga supaya para pihak dan pengacaranya bertindak sesuai prosedur pengadilan. Kemudian hakim memutuskan perkara berdasarkan bukti-bukti yang dikemukakan oleh para pihak dan hukum yang berlaku. Seorang hakim boleh, tetapi jarang, mengajukan pertanyaan kepada saksi-saksi. Sebaliknya sistem inquisitoir yang umumnya terdapat di negara yang bertradisi hukum kontinental mewajibkan keterlibatan yang lebih aktif dari seorang hakim. Biasanya hakim dalam sistem inquisitor perlu mencari ‘kebenaran’ dan sering mengajukan pertanyaan kepada saksi-saksi. Di sistem inquisitor yang dianut di beberapa negara, pengacara harus mengajukan pertanyaan kepada saksi melalui hakim.
adversarial system
System, usually applied in countries of the common law tradition, positions the judge as an impartial umpire who ensures that litigants and their lawyers adhere to the rules of court procedure and then decides the case on the basis of the evidence presented by the parties and the applicable law. Judges can ask questions of witnesses, but rarely do so. In contrast, the inquisitorial system – generally found in countries of the civil law tradition – requires more active involvement from the judge. Traditionally, judges in inquisitorial systems are required to ascertain ‘the truth’ and will often ask questions of the witnesses themselves. Indeed, in some systems, lawyers must question witnesses through the judge.

Tidak ada komentar: